Promosikan Perlindungan Alam, Perusahaan Sukanto Tanoto Mendapat Penghargaan dari Pemerintah Tiongkok

Sukanto Tanoto Mendapat Penghargaan dari Pemerintah Tiongkok

Dalam menjalankan Royal Golden Eagle (RGE), pengusaha Sukanto Tanoto menerapkan prinsip yang sama di manapun perusahaannya berada. RGE harus terus berupaya menjaga kelestarian lingkungan. Tidak heran, langkah ini membuat perusahaannya mendapat berbagai penghargaan termasuk dari Pemerintah Tiongkok.

Sukanto Tanoto mendirikan RGE pada 1973 dengan nama Raja Garuda Mas. Perusahaannya ini telah berkembang menjadi korporasi kelas internasional dengan aset 18 miliar dolar Amerika Serikat.

Unit-unit bisnis  RGE tidak lagi hanya ada di Indonesia. Mereka juga memiliki unit bisnis di Tiongkok, Brasil, Kanada, dan Spanyol.

Asia Symbol merupakan salah satu perusahaan Sukanto Tanoto yang ada di Tiongkok. Mereka termasuk salah satu produsen pulp dan kertas terkemuka di sana. Dengan dua basis produksi di Shandong (Rizhao) and Guangdong (Xinhui), perusahaan Sukanto Tanoto ini mampu memproduksi dua juta ton pulp, satu juta ton fine paper, dan 530,000 ton paper board.

Akan tetapi, Asia Symbol tidak hanya dikenal sebagai perusahaan besar. Mereka juga diketahui sangat aktif dalam menjalankan perlindungan alam. Hal ini bahkan sering membuat perusahaan Sukanto Tanoto ini mendapatkan berbagai penghargaan.

Salah satunya didapat dari Pemerintah Tiongkok pada Juni 2018. Mereka memperoleh penghargaan Provincial Centre for Environmental Education karena upaya yang dilakukan. Asia Symbol dianggap sangat aktif dalam mempromosikan keberlanjutan dan kepedulian lingkungan terhadap masyarakat di sekitar area operasionalnya.

Penghargaan diberikan tepat pada Hari Lingkungan Sedunia pada 5 Juni lalu. Asia Symbol menerimanya dari Pemerintah Rizhao yang juga mewakili Biro Perlindungan Alam Shangdong dan Departemen Pendidikan Provinsi Shandong.

Dalam momen penganugerahan, Asia Symbol disebut sebagai contoh dalam edukasi dan perlindungan alam. Mereka dinilai sebagai wadah tempat kaum muda bisa belajar tentang pelestarian lingkungan. Lebih hebat lagi, perusahaan Sukanto Tanoto ini mampu melakukannya secara nyata di operasional perusahaan.

Pemerintah Tiongkok membagi kategori penghargaan berdasar kategori wilayah setara kabupaten, provinsi, hingga nasional. Namun, butuh tiga tahun bagi Asia Symbol untuk naik peringkat dari skala kabupaten ke tingkat provinsi. Meski begitu, penghargaan terasa spesial karena Asia Symbol menjadi satu-satunya perusahaan pulp dan kertas yang mendapatkan penghargaan.

Perusahaan Sukanto Tanoto ini patut berbangga hati karena penilaian dilakukan dengan standar tinggi. Biro Perlindungan Alam Rizhao menjalankannya dengan melihat operasional perusahaan sehari-hari. Dari sana mereka bisa menilai hingga akhirnya memberikan rekomendasi agar penghargaan diterima oleh Asia Symbol.

Hal itu tidak mengherankan. Operasional Asia Symbol memang selalu mengedepankan perlindungan alam. Sebagai contoh pusat produksinya di Rizhao. Mereka menggunakan teknologi terkini dalam operasional. Buahnya bagi alam sangat positif. Asia Symbol sanggup menekan tingkat emisi jauh di bawah standar yang ditetapkan oleh Pemerintah Tiongkok.

Sementara itu, terkait penghargaan yang diterima, penilai memandang Asia Symbol menjalankan sejumlah aktivitas yang memudahkan penyebaran kesadaran perlindungan alam. Sebagai contoh, mereka kerap membuka kesempatan bagi para pelajar untuk berkunjung ke pusat produksinya baik di Shandong maupun Guangdong.

Di sana Asia Symbol memaparkan operasionalnya yang ramah lingkungan. Contohnya bagaimana efisiensi dilakukan. Sebisa mungkin, mereka menekan penggunaan energi maupun air. Agar bisa melakukannya, perusahaan Sukanto Tanoto itu tidak ragu untuk mengadopsi pemakaian teknologi terbaru.

Bukan hanya kepada para siswa, Asia Symbol juga membuka kesempatan yang sama kepada berbagai pihak. Tercatat para pemangku kepentingan dan pemimpin publik sering datang ke basis operasionalnya untuk belajar.

OPERASIONAL RAMAH LINGKUNGAN

OPERASIONAL RAMAH LINGKUNGAN

Image Source: Inside-rge.com
Kunjungan berbagai pihak ke pusat operasionalnya dimanfaatkan oleh Asia Symbol untuk meningkatkan kesadaran lingkungan. Mereka mengajak agar bisa melakukan hal serupa di lingkup kerja masing-masing.

Langkah ini akhirnya menjadikan Asia Symbol sebagai rujukan untuk gerakan kepedulian terhadap alam. Ini yang membuat perusahaan Sukanto Tanoto itu akhirnya mendapat penghargaan Provincial Centre for Environmental Education dari Pemerintah Tiongkok.

Secara nyata, Asia Symbol memang menjalankan operasional yang bertanggung jawab. Mereka selalu mengedepankan perlindungan alam dalam setiap langkah yang diambil. Terkait ini, banyak contoh yang dapat dikedepankan.

Mulai dari sertifikasi keberlanjutan yang dimiliki. Sejak tahun 2012, pabrik Asia Symbol di Guangdong sudah mengantongi Programme for the Endorsement of Forest Certification’s (PEFC) Chain of Custody Certification. Ini merupakan jaminan bahwa bahan baku yang digunakan untuk produksi bisa dilacak. Selain itu, sumbernya juga dipastikan berasal dari pihak-pihak yang menjalankan sistem kerja berkelanjutan.

Bukan hanya itu, perusahaan Sukanto Tanoto itu melakukan langkah serius dalam menekan penggunaan energi dan pengolahan limbah. Mereka mau berinvestasi untuk memanfaatkan peralatan yang memungkinkan penghematan sumber daya dilakukan. Selain itu, Asia Symbol juga rela mengeluarkan dana untuk membangun instalasi pengolahan limbah yang memadai.

Dana yang dikeluarkan tidak sedikit. Pabrik di Guangdong misalnya. Mereka berinvestasi hingga 400 juta renminbi (sekitar Rp869,25 miliar) untuk meningkatkan standar pengolahan limbah. Sementara itu, pabriknya yang di Shandong mengeluarkan dana hingga 4,3 miliar renminbi (sekitar Rp9,34 triliun) agar bisa mengimplementasikan sistem yang menjamin perlindungan alam.

Berkat itu, Asia Symbol memang mampu melakukan efisiensi air dan energi serta pengelolaan limbah yang memadai. Contoh yang terlihat nyata adalah pengelolaan air yang efisien bisa menghemat penggunaan air hingga empat juta kubik per tahun.

Air yang sudah dipakai juga tidak langsung dibuang. Perusahaan Sukanto Tanoto ini mampu mengolahnya sehingga airnya bisa dipakai untuk memelihara ikan. Hal ini akhirnya membuat masyarakat di sekitar area operasionalnya dapat memanfaatkannya untuk beternak ikan.

Bukan hanya itu, instalasi pengolahan limbahnya mampu memanfaatkan air yang sudah digunakan untuk menekan debu di sekitar operasionalnya. Hal ini dirasa sangat bermanfaat bagi masyarakat. Sebab, debu sudah menjadi masalah tersendiri di sana.

Selain itu, Asia Symbol juga bisa mengolah limbah lumpur sisa hasil produksi menjadi hal bermanfaat. Mereka mengubahnya menjadi pupuk organik yang berguna untuk menyuburkan tanah.

Lebih dari itu, terobosan lain dijalankan untuk penghematan energi. Limbah tersebut dapat diolah menjadi pendamping batubara sebagai energi untuk menjalankan boiler tank. Berkat langkah ini, Asia Symbol mampu menghemat penggunaan batubara hingga tiga ton setiap hari.

Langkah-langkah itu membuat Asia Symbol mampu menjaga standar tinggi dalam operasionalnya. Konsumsi sumber daya dan besaran emisi yang dibuang berada jauh di bawah standar Pemerintah Tiongkok. Bahkan, standarnya juga di bawah standar yang ditetapkan oleh Eropa.

Akibatnya terasa wajar ketika akhirnya perusahaan Sukanto Tanoto ini mendapatkan berbagai penghargaan terkait kepedulian terhadap lingkungan. Mereka menjalankan arahan pendirinya, Sukanto Tanoto, yang memang ingin perusahaannya aktif menjaga keseimbangan iklim.

Hal itu dituangkan Sukanto Tanoto dalam prinsip kerja 5C yang menjadi filosofi bisnis perusahaan. Ini berlaku di semua unit bisnis  RGE di mana pun. Alhasil, di belahan dunia mana saja, perusahaan Sukanto Tanoto selalu berkomitmen terhadap perlindungan alam dan keberlanjutan.

0 Response to "Promosikan Perlindungan Alam, Perusahaan Sukanto Tanoto Mendapat Penghargaan dari Pemerintah Tiongkok"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel